Rumah Kayu

Kelebihan dan Kekurangan Rumah Kayu

Di era modern, rumah kayu menjadi salah satu jenis rumah yang eksotis. Meski bahan utamanya kayu, rumah ini tidak selalu identik dengan nuansa tradisional. Banyak juga rumah kayu yang didesign minimalis seperti rumah modern pada umumnya. Namun, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membangunnya. Simak kelebihan dan kekurangan rumah kayu.

Rumah Kayu

Kelebihan

1.    Unik dan estetis

Pada masa kini, rumah umumnya dibuat dari batu bata. Rumah yang terbuat dari kayu tentu akan memberikan kesan yang berbeda. Apalagi jika rumah kayu dirancang dengan design modern. Perpaduan nuansa alami dan modern akan menjadi daya tarik pada rumah kayu tersebut. Keunikan rumah kayu juga terlihat dari tampilannya yang artistik. Misalnya seperti pada kayu yang diukir maupun dipoles. Selain itu, tekstur serat pada kayu akan menjadikannya terlihat indah. Keindahan tersebut juga menampilkan unsur klasik pada rumah kayu.

2.    Hemat energi dan nyaman

Dibandingkan dengan batu bata, ketebalan dinding kayu lebih tipis dan berpori. Hal ini membuat ruangan pada rumah kayu akan terasa lebih sejuk. Kayu juga merupakan material yang dapat menahan panas maupun dingin. Jadi, memiliki rumah kayu akan lebih menghemat energi. Penghuni tidak perlu terlalu sering menggunakan pendingin maupun penghangat ruangan. Kayu juga dapat dapat menyerap suara dengan baik. Hal ini tentu menjadikan rumah kayu lebih tenang dan nyaman.

3.    Tahan gempa & ramah lingkungan

Kayu memiliki daya tahan yang tinggi terhadap gempa. Ketika gempa, akan muncul retakan pada rumah beton. Bahkan, rumah tersebut dapat roboh jika gempanya sangat parah. Namun, hal ini berbeda pada rumah kayu yang materialnya lebih elastis. Selain tahan gempa, rumah kayu juga mudah menyesuaikan lingkungannya. Hal ini disebabkan oleh tekstur garis-garis yang terdapat pada kayu. Rumah kayu juga mampu menyerap dan menyimpan karbon dioksida dari lingkungan sekitarnya.

Kekurangan

1.    Resiko kebakaran

Kayu termasuk salah satu jenis material yang mudah terbakar. Jadi, pemilik rumah kayu harus mempersiapkan cara untuk meminimalisir resiko. Salah satunya ialah dengan memperhatikan bagian dapur. Karena digunakan untuk memasak, dapur menjadi tempat paling beresiko menyebabkan kebakaran. Pemilik rumah disarankan untuk mempertimbangkan jenis kayu yang akan digunakan di dapur. Pelajari apa saja kekurangan dan kelebihan kayu berdasarkan jenisnya. Setelah itu, pemilik akan dapat menentukan jenis kayu yang paling sesuai untuk dapurnya.

2.    Resiko rayap

Rayap merupakan serangga yang menjadi musuh utama kayu. Semakin rendah kualitas kayu, semakin rentan kayu tersebut terhadap rayap. Untuk menghindarinya, pemilik rumah kayu disarankan memilih kualitas kayu yang baik. Selain jenis kayu, penggunaan cairan anti rayap juga dapat menjadi solusi. Sebagai penghuni, kita tentu tidak tahu bagian rumah mana yang akan diserang rayap. Untuk itu, cairan ini sebaiknya disemprotkan secara teratur di seluruh bagian rumah. Cara lainnya yang juga dapat dicoba adalah mengatur pencahayaan rumah. Rayap dikenal sebagai serangga yang tidak menyukai tempat kering dan terang. Jendela berukuran besar membuat sinar matahari yang masuk lebih banyak. Selain jendela, gunakan juga lampu-lampu kecil di sudur-sudut ruangan.

3.    Biaya cenderung lebih mahal

Dahulu, rumah kayu biasanya diasosiasikan dengan golongan menengah ke bawah. Seseorang yang membangun rumahnya dengan kayu dianggap tidak mampu membeli beton. Namun, pada masa modern anggapan tersebut sudah terbalik. Dibandingkan rumah beton, biaya pembuatan rumah kayu umumnya lebih mahal. Salah satu penyebabnya ialah harga jenis kayu yang digunakan. Penggunaan material kayu ini berdampak juga pada biaya perawatan rumah. Jika mengalami kerusakan, biaya perawatannya akan lebih mahal dibanding rumah beton. Mahalnya biaya juga dipengaruhi oleh tingkat kesulitan pembuatannya juga lebih kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *